:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315725/original/062490100_1785858111-VID-20260804-WA0063.jpg)
Polisi Selidiki Identitas Mayat Diduga Korban Mutilasi di Depok
Polres Metro Depok tengah menggali kasus temuan mayat diduga korban mutilasi di area Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok. Jasad yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh—tanpa kaki—awalnya dikira tumpukan sampah oleh warga hingga terbakar. Kepolisian kini menunggu hasil autopsi untuk mengungkap identitas korban serta kronologi kejadian.
Kronologi Temuan Mayat di Tanah Merah Pancoran Mas
Kasus ini terungkap pada Selasa (4/8/2026) pukul 16.00 WIB setelah laporan warga masuk ke Polres Metro Depok. Kasat Reskrim AKBP Made Gede Oka Utama mengonfirmasi bahwa timnya segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta wawancara saksi.
Berdasarkan pengakuan saksi mata bernama Albadlu, tumpukan sampah itu sudah ada sejak 24 Juli 2026. Warga tidak mencurigainya hingga akhirnya memutuskan membakar tumpukan tersebut karena dirasa mengganggu. Saat api menyala, plastik pembungkus meleleh dan terlihat bentuk tubuh manusia di dalamnya. Warga pun segera memadamkan api dan melapor ke aparat.
"Ketahuannya tadi sore, kirain sampah makanya didiemin aja," ujar Albadlu saat ditemui di lokasi.
Kondisi Korban dan Proses Identifikasi
Saat dievakuasi, jasad ditemukan terbungkus di dalam karung beras. Kondisi tubuh korban tidak utuh, dengan bagian kaki tidak ditemukan di TKP. Polisi telah mengamankan jasad ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi guna mengetahui penyebab kematian, estimasi waktu meninggal, serta identitas korban.
AKBP Oka menegaskan pihaknya masih mendalami identitas korban. "Data identitas korban nanti kami akan sampaikan setelah kita mendapatkan kepastian hasil autopsi," tuturnya. Saat ini, polisi juga melakukan pencocokan data orang hilang, namun berdasarkan informasi warga setempat, tidak ada laporan kehilangan anggota keluarga di sekitar lokasi penemuan.
Area Terbuka Rawan Dibuang Mayat
Lokasi penemuan berupa lahan terbuka (tanah merah) yang kerap dijadikan tempat bermain anak-anak warga. Kondisi area yang sepi dan terbuka diduga dimanfaatkan pelaku untuk membuang jasad. Polisi terus mengejar jejak pelaku serta mencari bagian tubuh yang hilang untuk melengkapi bukti fisik.
Kesimpulan
Penemuan mayat mutilasi di Depok ini menghebohkan warga karena proses temuannya yang tidak sengaja melalui pembakaran sampah. Fokus utama Polres Metro Depok saat ini adalah hasil autopsi untuk identifikasi korban dan rekonstruksi kasus guna mengungkap pelaku di balik kekejaman ini.