
Pengangguran di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penganggur per Mei 2026 turun menjadi 7,22 juta orang, menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ke level 4,65 persen. Angka ini membaik dibandingkan survei sebelumnya pada Februari 2026 yang mencatat TPT sebesar 4,68 persen.
TPT Turun 0,03 Poin Persen, Angkatan Kerja Meningkat
Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud, penurunan TPT sebesar 0,03 poin persen didorong oleh pertumbuhan angkatan kerja yang seimbang dengan penyerapan tenaga kerja. Total angkatan kerja pada Mei 2026 tercatat mencapai 155,41 juta orang.
Dari jumlah tersebut, 148,19 juta orang berstatus bekerja, sedangkan sisanya 7,22 juta orang menganggur. Perbandingan kuartalan menunjukkan dinamika positif di pasar kerja:
* Penduduk bekerja naik sebanyak 522 ribu orang.
* Jumlah penganggur turun sebanyak 24 ribu orang.
Sektor Pertanian Masih Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar
Struktur lapangan usaha di Indonesia tetap didominasi oleh tiga sektor utama yang menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja per Mei 2026:
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: 28,75 persen
2. Perdagangan Besar dan Eceran: 17,80 persen
3. Industri Pengolahan: 13,53 persen
Meskipun pertanian memimpin porsi, pertumbuhan jumlah pekerja tertinggi justru datang dari sektor jasa dan transportasi.
Sektor Akomodasi dan Transportasi Pencatat Pertumbuhan Tertinggi
Data BPS mengungkap tiga lapangan usaha dengan kenaikan jumlah pekerja paling signifikan dibandingkan Februari 2026:
* Akomodasi dan Makan Minum: +195 ribu orang
* Transportasi dan Penyimpanan: +121 ribu orang
* Aktivitas Jasa Lainnya: +110 ribu orang
Lonjakan di sektor akomodasi dan transportasi mengindikasikan pulihnya aktivitas mobilitas masyarakat serta pariwisata domestik dan internasional pasca-pandemi.
Kualitas Pekerjaan Membaik: Pekerja Formal Naik ke 40,70 Persen
Indikator kualitas tenaga kerja juga menunjukkan perbaikan. Persentase pekerja formal pada Mei 2026 naik menjadi 40,70 persen, meningkat dari 40,58 persen pada Februari 2026. Kenaikan ini menandakan semakin banyak tenaga kerja yang mendapatkan jaminan sosial dan kepastian hukum dalam kontrak kerja.
Kesimpulan
Secara umum, kinerja pasar kerja Indonesia per Mei 2026 menunjukkan sinyal positif. TPT yang turun ke 4,65 persen, bertambahnya pekerja formal, serta pertumbuhan signifikan di sektor jasa (akomodasi, transportasi) menggambarkan recovery ekonomi yang berkelanjutan. Tantangan ke depan adalah mempertahankan momentum penyerapan tenaga kerja di sektor produktif serta memperluas akses pekerjaan formal bagi generasi muda.