
Persebaya Surabaya berhasil mengukir sejarah dengan meraih gelar juara Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Persib Bandung 1-0 pada laga final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). Kemenangan ini membawakan trofi pertama bagi Bajul Ijo dalam sejarah turnamen keren ini, sekaligus membungkam keinginan Maung Bandung untuk menambahkan koleksi gelar mereka.
Perjalanan Pertandingan: Dominasi Persib Tak Berbuah Hasil
Sejak menit awal, final Piala Presiden 2026 berlangsung ketat dan seimbang. Persib Bandung memang terlihat lebih banyak memegang kendali bola dan mendominasi posesi di tengah lapangan. Namun, lini depan Maung Bandung kesulitan menciptakan peluang emas menembus gawang Persebaya yang bermain kompak di sektor defensif.
Di sisi lain, Persebaya mengandalkan strategi serangan balik (counter-attack) yang tajam. Peluang pertama tim asal Surabaya tercipta pada menit ke-18 lewat sontekan Rivera, sayangnya bola meleset tipis ke sisi kiri gawang Persib. Ketidakefektifan finishing menjadi catatan awal bagi kedua tim sebelum gol penentu tercapai.
Gol Penentu Ramadhan Sananta, Asis Rachmat Irianto
Kebuntuan pecah pada menit ke-20. Aksi dimulai dari sisi kanan oleh Rachmat Irianto, mantan pemain Persib yang kini memakai jersey Persebaya. Ia melepaskan umpan presisi ke kotak penalti yang disambut sempurna oleh Ramadhan Sananta. Striker timnas Indonesia itu menembak keras, membelah jaring gawang Persib, dan membawa Persebaya unggul 1-0.
Gol tersebut memberikan momentum psikologis besar bagi Bajul Ijo. Persib terpaksa lebih terbuka di babak kedua, namun ketegangan semakin meningkat saat wasit mengeluarkan kartu merah bagi Mariano Peralta pada menit ke-60-an. Kehilangan satu pemain membuat Persib semakin sulit menyusun serangan terorganisir.
Persebaya Amankan Sejarah, Gelar Pertama Terukir
Dengan keunggulan satu gol dan kelebihan jumlah pemain, Persebaya bermain tenang mengontrol tempo pertandingan. Kiper dan bela belakang Bajul Ijo, termasuk Ernando Ari, tampil solid menanggulangi ledakan Persib hingga wasit meniup peluit panjang. Kemenangan 1-0 ini tidak hanya menghadirkan trofi, tapi juga membuktikan efektivitas sistem permainan pelatih Persebaya, Paul Munster, di panggung final.
Kesimpulan
Triumpf Persebaya di final Piala Presiden 2026 menandai awal baru bagi klub ini. Gol tunggal Ramadhan Sananta berbekal asis Rachmat Irianto, dikombinasikan dengan disiplin taktis dan ketangguhan mental hingga menit terakhir, cukup untuk mengalahkan favorit Persib di kandang sendiri. Gelar juara ini pasti akan menjadi modal kepercayaan diri besar bagi Bajul Ijo menghadapi kompetisi Liga 1 musim depan.