
Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Hashim Djojohadikusumo, secara resmi mengukuhkan 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) baru yang bergabung dalam wadah tersebut. Pelantikan dilaksanakan di Aula Universitas Podomoro, Jakarta, pada Jumat (7/8) malam, tepat bertepatan dengan ulang tahun ke-2 FORMAS. Dengan penambahan ini, total ormas anggota FORMAS kini mencapai 103 organisasi, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Tujuan Pengukuhan: Memperkuat Pengawasan Program Pemerintah
Menurut Hashim, keberadaan FORMAS selaras dengan cita-cita pendiri bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia menyoroti keprihatinan Presiden Prabowo Subianto soal kesejahteraan warga, yang tercermin dalam lahirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ia sedih melihat masih ada yang belum sejahtera dan program MBG lahir dari keprihatinan supaya rakyatnya sehat," ujar Hashim.
Ormas Harus Aktif, Bukan Penonton
Ketua Dewan Pakar FORMAS, Serian Wijatno, menegaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan memperkuat peran ormas dalam mendukung sekaligus mengawal program pembangunan. Ormas yang bergabung tidak boleh hanya jadi penonton, melainkan harus berperan aktif menjaga persatuan, memberikan pemikiran konstruktif, serta mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Semangat Perjuangan Membesar
Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhisedjati, menyambut positif bertambahnya anggota. Menurutnya, hal ini menambah semangat untuk mendukung dan mengawal seluruh program pemerintahan Presiden Prabowo. FORMAS berkomitmen memastikan kebijakan strategis benar-benar berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan
Pengukuhan 20 ormas baru menandai penguatan barisan masyarakat sipil dalam mendukung program-program kerakyatan. FORMAS kini berposisi sebagai mitra kontrol sosial yang berperan memastikan kebijakan pemerintah tidak hanya terencana, tapi juga terealisasi dengan manfaat nyata bagi rakyat.