BREAKING
Memuat berita terbaru...

Alasan Prabowo Ingin Buku Pelajaran Diperbarui

Alasan Prabowo Ingin Buku Pelajaran Diperbarui

Presiden Prabowo Subianto mendorong pembaruan menyeluruh pada buku pelajaran nasional. Inisiatif ini lahir dari temuan langsung saat ia meninjau sejumlah sekolah dan menemukan buku-buku yang kondisinya memprihatinkan — bahan mudah rusak, ukuran huruf terlalu kecil, dan tampilan kurang menarik bagi siswa SD hingga SMA.

Alasan Utama Pembaruan Buku Ajar Nasional

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden meminta evaluasi mendalam dengan membandingkan buku ajar Indonesia ke negara tetangga. Tujuannya jelas: memperbaiki kualitas materi sekaligus fisik buku agar lebih tahan lama dan nyaman dibaca anak-anak.

Tiga fokus utama yang digariskan:

1. Penguatan Karakter Kebangsaan
Materi harus memperkuat identitas dan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

2. Penyeimbangan Ketertinggalan Sains dan Teknologi
Matematika dan ilmu pengetahuan dasar dijadikan prioritas agar generasi muda siap bersaing global.

3. Penguasaan Bahasa Asing
Bahasa Inggris menjadi kunci membuka peluang internasional bagi SDM Indonesia.

Kualitas Fisik Buku: Nyaman Dibaca, Tahan Lama

Bukan hanya soal isi. Presiden juga menuntut standar cetak yang lebih baik — huruf lebih besar, layout menarik, kertas berkualitas. "Bisa diwariskan ke adik kelasnya," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Efisiensi anggaran dan keberlanjutan jadi pertimbangan nyata.

Budaya Membaca: Warisan Keluarga Mitro

Kebiasaan membaca rutin ditanamkan ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang mewajibkan anak-anaknya merangkum buku mingguan. Nilai itulah yang kini ingin digulirkan ke sistem pendidikan nasional lewat program gerakan membaca wajib bersama Kemendikdasmen.

Kesimpulan

Pembaruan buku pelajaran ini bukan sekadar ganti cover. Ia mencakup substansi kurikulum, standar cetak, hingga revitalisasi budaya literasi. Jika terealisasi dengan baik, langkah ini jadi investasi jangka panjang untuk SDM Indonesia yang lebih kritis, kompeten, dan berdaya saing global.

BREAKING
Memuat berita terbaru...