BREAKING
Memuat berita terbaru...

Ada Bunker Rahasia di Sekolah Jaksel, Tempat Penemuan Ratusan Senjata Api

Ada Bunker Rahasia di Sekolah Jaksel, Tempat Penemuan Ratusan Senjata Api

Bunker Rahasia di Sekolah Jaksel Belum Terbuka, Ratusan Senjata Api Tersimpan

Kasus penemuan ratusan senjata api di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, semakin memprihatinkan. Terbaru, pihak yayasan mengungkap adanya satu ruangan menyerupai bunker rahasia yang hingga kini masih terkunci rapat dan belum bisa dibuka. Khawatir ada senjata atau barang terlarang lain di dalamnya, yayasan meminta Polres Metro Jakarta Selatan segera menggendong dan membongkar ruangan tersebut.

Kronologi Penemuan Senjata Api di Sekolah Pondok Pinang

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menjelaskan bahwa permintaan pendampingan polisi dilakukan karena pengurus baru tidak memiliki akses ke sejumlah ruangan sejak mantan Ketua Yayasan berinisial IWD diberhentikan. Proses pembukaan ruangan pun sepenuhnya diserahkan kepada aparat untuk menghindari risiko hukum dan memastikan keselamatan.

Temuan Awal: 995 Unit Senjata dan Amunisi

Penemuan pertama terjadi pada 10 hingga 11 Juli 2026. Selama dua hari, pihak yayasan mendapati 995 pucuk senjata api, amunisi, serta berbagai aksesori senjata. Temuan masif ini langsung dilaporkan dan barang bukti diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Temuan Kedua: Komponen Senjata, Narkoba, hingga CD Porno

Belum puas sampai di situ, saat pendampingan polisi pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, yayasan kembali menemukan barang bukti tambahan di ruangan lain. Di antara temuan tersebut ada komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi (reloading tools), barang yang diduga narkotika, hingga puluhan CD porno. Hermawanto menegaskan seluruh barang bukti sudah diserahkan ke penyidik dan berharap penyelidikan dituntas dengan transparan serta profesional mengingat kaitannya dengan keamanan nasional.

Misteri Ruangan Bunker dan Keterlibatan Mantan Ketua Yayasan

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, menilai temuan terbaru memperkuat dugaan adanya modus operasi tersembunyi di lingkungan sekolah. Ia mengungkap adanya pintu belakang yang diduga digunakan untuk aktivitas penyelundupan barang berbahaya secara diam-diam.

Yayasan Tak Bisa Akses Ruangan Sejak IWD Diberhentikan

"Dia diam-diam melakukan kegiatan di situ, bikin bunker di sekolah. Ada pintu belakang masuk, debarkasi-embarkasi barang berbahaya bisa dilakukan di belakang," ujar Untung. Ia heran mengapa lingkungan pendidikan yang dihormati—mulai TK, SD, SMP, hingga SMA—bisa dimanfaatkan untuk menyimpan perlengkapan pembuatan peluru dan senjata rakitan.

Dugaan Jalur Penyelundupan Lewat Pintu Belakang

Kehadiran ruangan bunker yang tersembunyi dan akses pintu belakang menjadi indikasi kuat adanya jaringan atau perencanaan matang di balik penyimpanan arsenal senjata api ini. Polisi kini dituntut untuk membongkar rahasia di balik pintu terkunci tersebut guna mengungkap seluruh jaringan yang terlibat.

Tuntutan Transparansi dan Proses Hukum

Pihak yayasan menuntut kepolisian untuk menyelesaikan kasus penemuan senjata api di sekolah ini dengan serius. Hermawanto menegaskan bahwa keberadaan senjata dalam jumlah besar di area pendidikan berpotensi membahayakan keamanan publik jika disalahgunakan. Saat ini, Polres Metro Jakarta Selatan terus mendalami kasus ini guna mengungkap siapa pelaku utama dan motive di balik penyimpanan senjata serta barang terlarang lainnya.

Kesimpulan
Kasus bunker senjata di sekolah Jakarta Selatan ini mengungkap celah keamanan serius di lingkungan pendidikan. Penemuan bertahap—dari ratusan senjata api, alat pembuat amunisi, hingga narkoba dan CD porno—menunjukkan adanya modus tersembunyi yang terencana. Kunci penuntasan kasus kini ada pada pembukaan ruangan bunker terkunci dan penyelidikan mendalam terhadap mantan ketua yayasan IWD serta jaringan yang mungkin terlibat.

BREAKING
Memuat berita terbaru...