~Flash-News~ | Asosiasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) baru saja menjatuhkan sanksi berat kepada Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea yang kini menangani Persija Jakarta itu dilarang melakukan aktivitas sepakbola di Korea selama 10 tahun. Keputusan ini diumumkan pada Jumat, 24 Juli 2026.
Hukuman ini berkaitan dengan tindakan kontroversial Shin saat masih melatih klub Ulsan HD pada Agustus hingga Oktober 2025. Media lokal Korea, *Channel A*, melaporkan bahwa Shin dituduh melakukan pendekatan kasar terhadap pemain, seperti menampar dan tindakan fisik lainnya. Beberapa pemain mengaku tidak nyaman dengan metode tersebut.
Meski Shin mengaku bahwa hal itu biasa dilakukan dalam budaya sepakbola Korea dan tanpa dendam, masalah tidak berhenti di situ. Ada juga dugaan bahwa Shin sempat meninggalkan jadwal kompetisi untuk bermain golf, yang memicu sindiran dari para pemain Ulsan.
KFA kemudian membuka investigasi bersama Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea. Hasilnya, Shin dinyatakan bersalah dan dijatuhi sanksi larangan berkegiatan sepakbola di Korea selama satu dekade. Ini termasuk melatih klub atau timnas di negara tersebut.
Menanggapi hukuman itu, Shin mengaku kecewa dan merasa keputusan tersebut tidak adil. Namun, ia memilih untuk tidak banyak bicara. "Ada banyak aspek yang terasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran. Tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepakbola domestik juga sedang tidak baik," ujarnya.
Shin juga menyatakan sedang mempertimbangkan untuk mengajukan banding. Yang jelas, hukuman ini hanya berlaku di Korea Selatan dan tidak memengaruhi posisinya sebagai pelatih Persija Jakarta di Liga Indonesia.
Kesimpulan: Sanksi berat dari KFA memang menjadi pukulan bagi Shin Tae-yong, tapi kariernya di Indonesia tetap aman. Ia masih bisa fokus membesut Persija Jakarta sambil menunggu proses banding di negaranya.
